Minggu, 28 Februari 2016

Menkop Puspayoga: Anak Muda Jangan Hanya Berpikir Jadi Pegawai

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mendorong anak muda untuk harus mulai menanamkan jiwa entrepreneurnya sejak dini, jangan hanya berpikir melulu mau jadi pegawai negeri. Dengan menjadi entrepreneur masa depan diyakini bakal lebih menjanjikan.

"Kalau jadi pegawai negeri kalau pensiun nanti gak jadi punya apa-apa, kecuali korupsi tapi bisa masuk penjara," ujar Menkop Puspayoga dalam acara  temu komunitas Young On Top di Denpasar, Bali, Minggu (28/2/2016).

"Artinya sesuatu yang kita tekuni itu saya yakin bisa. Tidak itu, jangan harap bisa sukses," katanya. Oleh karena itu, Menteri menyarankan anak muda untuk belajar yang baik, dan membuat jaringan sebanyak-sebanyaknya, sharing dan apa yang disampaikan tadi buatkan program.

"Jadi jangan donor darah terus, buatlah kegiatan. Buat kegiatan untuk pelatihan entrepreneur, kalau ada berapa orang, 200 orang kita latih tapi harus betul-betul serius," pungkasnya.

Young on Top yang sering dikenal dengan YOT adalah sebuah buku karangan Billy Boen yang terbit pada April 2009. Buku ini merupakan pembahasan pemikiran, etika, serta karakter oleh Billy, yang dipadukan dengan wawasan yang dia dapatkan dari berbagai buku lain.

Buku ini mengupas 30 kunci sukses di usia muda. YOT memiliki konsep: kalau bisa sukses di usia muda, kenapa mesti nunggu tua? "Tujuannya untuk ketemu saling kenal dan jalin networking," ungkap Billy.

Billy sebagai pembicara utama dalam acara temu komunitas Young On Top juga menceritakan kisah inspiratifnya. Begitu pula anak-anak muda ini. Mereka saling berbagai ilmu, pengalaman. "Jangan menjadi anak muda yang hanya mengeluh kepada pemerintah tapi lebih baik menghasilkan sesuatu, sekecil apapun yang penting bisa," katanya.

Sumber: Bisnis.com

#KemenkopUKM #UKM #Entrepreneur

Selasa, 23 Februari 2016

Siapkan Usulan ke Jokowi, Menkop UKM Adopsi Sistem Perizinan Usaha di Bandung

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Anak Agung Ngurah Puspayoga bertemu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Bandung, Selasa (23/2/2016).

Menkop UKM mengapresiasi Kota Bandung karena tak lagi menerapkan perizinan yang ribet untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Kebetulan kita lagi mau memberikan masukan ke Pak Presiden mengenai Peraturan Presiden nomor 98 tahun 2014 mengenai izin usaha mikro kecil. Kebetulan saya datang ke pak Wali Kota, ternyata beliau sudah mempunyai sebuah sistem mengenai usaha mikro kecil menengah itu yang kita baru kita pikirkan kemarin," ujarnya.

Menteri yang akrab disapa Yoga ini mengatakan, untuk usaha mikro kecil tak perlu izin, cukup dengan tanda daftar. Sementara untuk yang menengah, harus tetap ada izin. 

"Ini yang dibuat inovasi oleh Pak Wali Kota ya luar biasa, baru besok mau merapatkan itu, di sini sudah ada dan kepala BPPT nya besok saya undang untuk presentasi di Kementerian untuk izin usaha mikro kecil yang kita usulkan untuk direvisi oleh Presiden, itu kan urusan gampil," ungkapnya.

Pemkot Bandung melalui Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) menerapkan pendataan pengusaha mikro dengan tidak perlu memakai izin. Cukup dengan pendataan dan pendaftaran.

"Bagi mereka yang membuka usaha tidak perlu memakai izin. Kalau dia tidak daftar ya sama saja ditertibkan. Kepentingannya untuk kita bantu monitor dan survei sehingga ekonomi bisa bergerak. Jadi mengedukasi juga karena kita tahu di Bandung kota dagang jadi kita permudah," terangnya.

Sumber: detik.com